Home » All posts
Selasa, 10 Mei 2016
Ilmu Budaya Dasar
MANUSIA DAN HARAPAN
-
Disusun Oleh -
Ashabi Muhammad (11115086)
Akbar Aris Usman (10115413)
Alvin Yulialdi (10115589)
Rio Kevin (16115033)
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa karena dengan Rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Manusia dan Harapan.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna
dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.
Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada
sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami
bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat
berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon
maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon
kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang
akan datang.
Daftar Isi
Kata Pendahuluan…………………………………………………………………………………………………………………. ii
Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………………………………….. iii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………………………….. 1
A.
Latar
Belakang Masalah……………………………………………………………………… ……………….. 1
B.
Pembatasan
Masalah……………………………………………………………………………………………. 1
C.
Rumusan
Masalah………………………………………………………………………………………………… 1
BAB II MANUSIA DAN HARAPAN………………………………………………………………………………………… 2
A.
Pengertian
Harapan……………………………………………………………………………………………….. 2
B.
Harapan
Sebagai Fenomena Nasional…………………………………………………………………….. 2
C.
Kepercayaan………………………………………………………………………………………………….……….. 3
D.
Manusia
dan Harapan……………………………………………………….………………………………..….. 4
E.
Harapan
Terakhir……………………………………………………………………………………..…...……….. 5
BAB III PENUTUP………………………………………………………………………………………………………………….. 6
A.
Kesimpulan……………………………………………………………………………………………….…………….. 6
Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………………………….………….. 7
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Harapan berasal dari
kata harap, yaitu keinginan supaya suatu terjadi atau sesuatu yang belum
terwujud.Harapan bukanlah sesuatu yang terucap dimulut saja tetapi juga
berangkat dari usaha.Harapan membuat kita berpikir untuk melakukan sesuatu
sesuatu yang lebih baik,untuk meraih sesuatu yang lebih baik juga.Harapan dan
rasa optimis juga memberikan kita kekuatan untuk melawan setiap hambatan.
B.
Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah
meliputi : definisi harapan,harapan sebagai fenomena
nasional,kepercayaan,manusia dan harapan,nilai – nilai budaya sebagai tolak
ukur dan harapan terakhir.
C.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
pembatassan masalah diatas,kami menerangkan beberapa rumusan masalah yang
diangkat antara lain :
1.
Pengertian
dan makna harapan.
2.
Harapan
sebagai fenomena nasional.
3.
Kepercayaan.
4.
Manusia
dan harapan.
5.
Harapan
terakhir.
BAB II
MANUSIA DAN HARAPAN
A.
Pengertian Harapan
Harapan berasal dari
kata harap, artinya keinginan supaya sesuatu terjadi. Yang mempunyai harapan
atau keinginan itu hati.Putus harapan berarti putus asa. Harapan artinya
keinginan yang belum terwujud. Setiap orang mempunyai harapan. Tanpa harapan
manusia tidak ada artinya. Manusia yang tidak mempunyai harapan berarti tidak
dapat diharapkan.
Dalam diri manusia ada
dorongan, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Dorongan kodrat
itu ialah menangis, tertawa, berpikir, bercinta, berkata, mempunyai keturunan, dsb.
Kebutuhan hidup adalah kebutuhan
jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani ialah pangan, sandang dan papan sedangkan
kebutuhan rohani meliputi kebahagiaan, kesejahteraan, kepuasan hiburan, dsb.
Sehubungan dengan
kebutuhan manusia, Abraham Maslow mengategorikan kebutuhan manusia menjadi lima
macam, yang merupakan lima harapan manusia ialah:
1.
Harapan
untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival)
2.
Harapan
untuk mendapatkan keamanan (safety)
3.
Harapan
untuk memiliki hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (beloving and
love)
4.
Harapan
memperoleh status atau untuk diterima/diakui lingkungan
5.
Harapan
untuk memperoleh perwujudan dan cita–cita (self actualization)
B.
Harapan Sebagai Fenomena Nasional
Harapan dalam satu dan
lain hal bisa disebut sebagai fenomena yang universal sifatnya. Artinya harapan
adalah sesuatu yang wajar berkembang dalam diri manusia dimanapun juga. Ini
berarti setiap manusia, tidak peduli latar belakangnya, mempunyai keinginan
untuk terpenuhinya segala harapan yang ada pada dirinya. Dan begitu
menggejalanya harapan tersebut sampai-sampai orang yang akan meninggalpun tetap
menaruh harapan-harapan tertentu dengan cara meninggalkan pesan-pesan, baik
secara lisan atau melalui surat wasiat kepada ahli waris yang ditinggalkan.
Tentang keinginan dan
kebutuhan manusia sudah banyak ahlinya yang mengupasnya. Salah satu pendapat mengatakan
bahwa keinginan itu tidak lain merupakan bentuk lain dari kehendak manusia yang
begitu kuat. Tegasnya harapan yang sangat mendalam akan menimbulkan apa yang
disebut emosi.Itulah mengapa kadang-kadang harapan seseorang sekaligus bisa
mempengaruhi emosi yang bersangkutan.
Dan bukanlah satu hal
yang berlebihan kalau dikatakan bahwa kepribadian massa yang berbentuk dalam
situasi semacam itu sekaligus didorong oleh nalurinya.Dalam pandangan banyak
ahli psikologi,dorongan naluri semacam itu hanyalah salah satu dari dorongan
naluri yang bisa berkembang dalam diri setiap manusia.Diluar itu masih banyak
lagi dorongan naluri seperti : dorongan untuk mempertahankan hidup,dorongan
sex,dorongan untuk mencari makan,dorongan untuk bergaul dengan
sesamanya,dorongan untuk berbakti, dorongan untuk meniru,dan ada juga dorongan
untuk menikmati keindahan.
Mengutip pandangan A.F.C.Wallace
dalam bukunya culture and personality,Mas Aboe Dhari menegaskan bahwa kebutuhan
merupakan salah satu isi pokok dari unsur kepribadian yang merupakan sasaran
dari kehendak,harapan,keinginan,dan emosi seseorang.
C.
KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal
dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan
adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Kepercayaan juga mengikat seseorang, sehingga dengan yakin melakukan hal yang
di percayainya tanpa ragu. Ada ucapan yang sering kita dengar :
1.
Ia tidak
pecaya pada diri sendiri.
2.
Bagaimanapun
juga kita harus percaya kepada pemerintah.
3.
Kita harus
percaya akan nasihat-nasihat kiai karena nasihat-nasihat itu diambil dari
ajaran kitab suci dan sebagainya.
Dengan contoh bebagai
kalimat diatas jelaslah bahwa dasarkepercayaan adalah kebenaran.
Kebenaran pengetahuan
yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang lain itu dapat
dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalah orang yang diberitahukan itu
dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang di terima dari orang lain atas
kewibawaanya disebut kepercayaan.
Dalam beragama
terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan, artinya diberitahukan
langsung oleh Tuhan atau secara tidak langsung kepada manusia. Dalam hal
beragama tiap-tiap orang wajib menerima
dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya ialah
keyakinan masing-masing. Keyakinan itulah yang harus dihormati, hak atas
keyakinan pribadi merupakan dasar dan
penghargaan diri dari semua orang seagama dengan dia, disebut toleransi.
Orang yang tahu
sebenarnya menyatakan sesuatu terhadap sesuatu. Oleh karena tahu akan sesuatu
terhadap sesuatu maka secara mental akan memunculkan keputusan.Karena putusan
merupakan hasil dari tahu akan sesuatu terhadap sesuatu maka haruslah diucapkan
atau diakatakan baik melalui lisan maupun tulisan ataupun dengan perantara. Mungkin
putusan itu hanya terpendam dalam hati saja. Kalau putusan itu dikatakan maka pernyataan itu
haruslah benar karena sebagai alat komunikasi, putusan ini menunjuk maksud.
Persesuaian antara
putusan dan keyakinan disebut kebenaran etis. Kebenaran etis disebut juga
kebenaran subjektif dan kebenaran logis disebut juga kebenaran objektif.
Berbagai kepercayaan dan usaha meningkatkanya :
Didunia ini ada
berbagai kepercayaan,tetapi semua kepercayaan harus berdasar pada kebenaran dan
sumber kebenaran berasal dari manusia, sesuai dengan contoh-contoh diatas
sehingga dalam hal ini kepercayaan dapat dibedakan atas:
1.
Kepercayaan
pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri
sendiri perlu ditanamkan pada setiap pribadi manusia karena pada hakikatnya
percaya pada diri sendiri adalah percaya pada Tuhan yang maha esa.Percaya pada
diri sendiri adalah menganggap diri tidak salah,dirinya mampu mengerjakan apa
yang yang diserahkan atau dipercayakan.Contoh :
·
Wibisana,adik
Rahwana berkhianat kepada kakaknya dan bergabung dengan musuh kakaknya yaitu
Rama karena ia percaya bahwa dirinya benar.Ia memihak kepada kebenaran dan
kakaknya dianggap dipihak yang salah.
2.
Kepercayaan
kepada orang lain
Kepercayaan kepada
orang lain bisa berupa percaya kepada saudara, guru, orangtua atau siapa saja. Kepercayaan
ini sudah tentu karena percaya kepada kata hatinya. Ada sebuah pepatah
mengatakan “orang itu dipercaya karena ucapannya”. Misal orang berjanji sesuatu
itu dipenuhi, meskipun janji itu tidak didengar orang lain. Contoh :
·
Nyi Ratu
kalinyamat bertapa telanjang hanya berkainkan rambut(tapa wudha sinjang
rikma),karena menginginkan kematian pangeran jipang,arya penangsang.Ia akan
berhenti bertapa,bila penangsang sudah terbunuh.Akhirnya arya penangsang dapat
dibunuh oleh suta wijaya(putra angkat sultan Pajang).
3.
Kepercayaan
kepada pemerintah
Pandangan demokratis
mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat
adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah
negara).
Pandangan demokratis yang lain ialah tidak menyamakan
rakyat dengan negara, tetapi rakyat menjadi sumber kedaulatan sepenuhnya, pun
sumber kedaulatan dan segala hak. Apa
yang menjadi kehendak rakyat adalah hak itulah yang disebut kedaulatan mutlak (republik).
4.
Kepercayaan
kepada Tuhan
Kepercayaan kepada
Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan ada
dengan sendirinya tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan itu amat penting
karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan
Tuhannya. Oleh karena itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan
daripadanya manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu
menyertai manusia. Kepercayaan, bahwa adanya zat itu merupakan kebenaran
mutlak.P erwujudannya terdapat dalam ikrar yang lisan yang dibenarkan dengan
hati dan dan dilaksanakan dalam perbuatan.
Berbagai usaha
dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya.Usaha itu
antara lain :
•
Meningkatkan
ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah kita.
•
Meningkatkan
pengabdian kita kepada masyarakat (ambek paramartha).
•
Meningkatkan
kecintaan kita kepada sesama manusia manusia dengan jalan suka
menolong,dermawan dan sebagainya.
•
Mengurangi
nafsu pengumpulan harta yang berlebihan.
•
Menekan
perasaan negatif seperti iri,dengki,fitnah dan sebagainya.
D.
MANUSIA DAN HARAPAN
“Manusia tanpa
cita-cita ibarat sudah mati sebelum ajal” artinya orang yang tidak suka atau
tidak mempunyai cita-cita atau harapan itu tidak ubahnya seperti orang mati. Jadi
harapn itu sifatnya manusiawi, dimiliki oleh siapapun dan dari golongan
manapun. Bila ditinjau dari wujudnya dapat
dikatakan tidak terhinngaa, namun bila dilihat dari tujuannya hanya ada satu
ialah hidup bahagia di dunia dan akhirat.
Dalam hubungan dengan
pendidikan moral,untuk mewujudkan “harapan” itu sebagai berikut :
1.
Harapan
seperti apa yang baik;
2.
Bagaimana
caranya mencapai harapan itu;
3.
Bagaimana
bila harapan itu tidak tercapai.
Sebab sering kita
saksikan banyak orang tua terlalu mengharapkan kepada anak-anaknya agar menjadi
seseorang yang memiliki jabatan atau pangkat yang tinggi. Menurut dugaannya
bahwa semua pangkat, jabatan yang tinggi mamapu mamberikan kebahagiaan. Padahal
belum tentu demikian. Bila kita ingat dengan kehidupan itu tidak hanya didunia
saja,namun di akhirat, maka sudah selayaknya “harapan ” untuk hidup bahagia
dikedua tempat itu sudah kita niati.
Orang yang hanya
mengharapkan niatnya hidup kaya cenderung mudah sekali terseret kejalan yang
kurangbaik. Tidak jarang lalu menghalalkan cara untuk mendapatkan kekayaan
tersebut, tidak perduli itu teman atau lawan yang terpenting harapannya
tercapai. Akhirnya bila sudah kaya semata mata semuanya itu hanya untuk
memuaskan kehendaknya, memuakan hawa nafsunya. Karena kepuasannya dilandasi
dengan hawa nafsu maka selamanya tidak akan puas. Dan akhirnya yang didapat
bukanlah suatu kebahagiaan bila harapannya tidak tercapai namun suatu yang
selalu meresahkan hatinya karena kehendaknya tidak terpenuhi.
Tetapi lain halnya
dengan orang yang menyadari sepnuhnya bahwa apa yang ada pada dirinya hanyalah
titipan Tuhan, yang penggunaannya pun harus sesuai dengan kehendak-Nya. Maka
orang itu orang itu tidak akan pernah risau banyak atau sedikit yang didapat
maka ia akan mengeluarkannya dengan ikhlas untuk kepentingan yang disenangi
oleh Tuhan.
E.
HARAPAN TERAKHIR
Menurut aristoteles, hidup
dan kehidupan ini berasal dari generatio spontanea, artinya kehidupan itu
terjadi dengan sendirinya. Ia belum sampai pada pemikiran bahwa segala sesuatu
yang ada dibumi dan jagad raya berasal dari Tuhan. Dalam hidup didunia, manusia
dihadapkan pada persoalan-persoalan yang beragam. Untuk menghadapi
persoalan-persoalan hidup, manusia belajar dari manusia lain, baik informal
maupun formal agar kehidupnya dapat lebih sejahtera.
Manusia meiliki
kebutuhan jasmani, diperoleh dengan mencukupi kebutuhan hidup yang bersifat
kebendaan, sedangkan kebetuhan rohani dicukupi dengan hal-hal yang sifatnya
rohani, khususnya keagamaan.Islam mengajarkan manusia tidak hanya mengejar
kebutuhan yang bersifat duniawi saja,tetapi juga bersifat ukhrowi.Dengan
demikian orang harus memikirkan soal-soal yang bersifat dunia - akhirat. Semakin
tinggi kesadaran kehidupan beragama semakin yakinlah mereka bahwa semua manusia
akhirnya akan mati .
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Manusia dan harapan
itu ibarat ruh didalam tubuh manusia, tanpa harapan atau cita - cita manusia
bagaikan mati sebelum ajal. Artinya semua manusia pasti mempunyai harapan, entah
itu diungkapkan atau tidak. Jadi harapan itu sifatnya manusiawi dan ada pada
setiap pribadi manusia. Intinya manusia dan harapan adalah satu ,tidak akan
terpisah.
Daftar Pustaka
maria_c.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/38951/ibd+11.ppt
Selasa, 26 April 2016
Kebudayaan yang dianut Korea Utara
08.36 alvin
Religi
Di korea utara sebelum perang korea pada tahun 1950 tercatat jumlah pemeluk agama budha mencapai 10.000.000 pemeluk dan untuk nasrani sebanyak 10.000 pemeluk, namun setelah perang korea dan pemerintahan korea utara yang ber ideologi komunis menjadi penguasa pemerintah mewajibkan untuk semua agama berada di bawah organisasi partai pekerja korea, untuk sekarang pemeluk agama budha di korea sekitar 1.000.000 orang, dan pemeluk nasrani hanya berkisar ribuan orang. Untuk agama lain seperti Islam di korea utara, para pemeluknya hanya berasal dari para staff kedutaan maupun para pekerja organisasi internasional. Rata rata penduduk di Korea utara adalah atheis jadi pemeluk agama agama seperti nasrani maupun islam adalah para staff maupun pekerja organisasi dari luar negri. Semuanya bersatu di bawah federasi agama korea.
Sistem organisasi masyarakat
Sistem organisasi masyarakat di Korea utara bisa dibilang yang terlengkap serta teratur di dunia, sistem organisasi masyarakat mereka sangat teratur dan detai hingga tingkat terendah. Setiap pekerja pasti merupakan anggota serikat tempat mereka bekerja dan semuanya berada di bawah kendali negara melalui partai pekerja korea, tentara rakyat korea, persatuan pelajar korea. Tiap tiap masyarakat merupakan anggota partai yang berarti harus menurut perintah dari partai atau negara, setiap blok perumahan maupun apartemen memiliki organiasi sendiri (seperti RT/RW) yang berguna mengatur keluhan masyarakat, maupun pengecekan ransum anggotanya. Pemerintahan korea utara menggunakan sistem presidensial dengan kepala negara Kim Yong Nam, namun secara de jure kepala pemerintahan korea utara adalah Kim Jong Un yang merupakan putra dari Kim Jong Il dan cucu dari Kim Il sung yang merupakan sekertaris jendral partai pekerja korea, pemimpin tertinggi dewan rakyat korea, jendral pertama tentara rakyat korea. Sistem pemerintahan mereka masih berbau komunis walaupun tahun 1999 secara resmi korea utara mengganti ideologi mereka dari komunis menjadi ultranasionalis berlandaskan sosialis.
Setiap anggota masyarakat korea utara sudah di atur dalam undang undang bahwa mereka bebas berserikat dan berorganisasi, namun organisasi maupun serikat yang bisa mereka ikuti hanya yang di bawah naungan pemerintah korea utara, namun jenis organisasi masyarakat di korea utara sangat lengkap, semua pekerjaan pasti memiliki serikat mereka sendiri.
Sistem pengetahuan
Sistem pengetahuan untuk di korea utara terbagi ke dalam beberapa institusi, yaitu institusi pendidikan, institusi penelitian dan pengembangan, serta institusi penelitian dalam tubuh tentara. Di dalam institusi pendidikan semua warga korea di wajibkan mengikuti pendidikan secara 9 tahun, maka tidak heran tingkat melek huruf di korea utara sebesar 99,87% jauh lebih tinggi dari indonesia, hal ini juga di dukung karena pemerintah menggratiskan biaya pendidikan mulai dari TK sampai Kuliah bahkan pemerintah juga membrikan subsidi seragam,buku,maupun perlengkapan sekolah. Di korea utara jumlah universitas tidak bisa menampung seluruh lulusan SMA mereka maka itu tingkat persaingan untuk masuk ke dalam universitas sangatlah tinggi, bila mereka tidak lulus tes masuk universitas maka biasanya mereka akan masuk sebagai pekerja lapangan, sedangkan biasanya bagi mereka yang lulusan universitas mereka akan masuk ke dalam pekerjaan kantoran namun bisa juga menjadi pekerja lapangan tapi dengan jabatan lebih tinggi.
Untuk institusi penelitian dan pengembangan biasanya berada di pyongyang, ibukota Korea Utara. Di sana terdapat banyak institut untuk pendidikan speerti institut bunga, institut pengembangan ideologi juche, institut pengembangan tanaman, dll. Untuk pengembangan dan penelitian di bagian militer biasanya terdapat di dalam divisi litbang, divisi ini bertugas untuk melakukan penelitian di bidang roket dan nuklir, divisi ini juga mendapat dukungan pemerintah yang sangat besar karena untuk aset keamanan nasional.
Sistem mata pencaharian dan ekonomi
Sistem ekonomi kore uatar merupakan sistem ekonomi sosialis, dimana hampir seluruh aspek ekonomi di pegang oleh negara , hanya aspek aspek tertentu yang memang negara tidak mampu mengatur lah di isi oleh swasta atau join venture, di dalam sistem ekonomi korea utara semua aspek penting kehidupan di subsidi gratis oleh pemrintah seperti pendidikan,kesehatan,perumahan,kebutuhan pangan dan lain lain. Sehingga tidak heran bila di korea utara masuk sekolah maupun rumah sakit gratis bagi seluruh warga negaranya, bahkan warga korut pun untuk perumahan juga di berikan langsung oleh pemerintah secara gratis. Di korea uatar tidak ada pajak atau apapun sehingga rakyat tidak di pusingkan oleh beban beban semacam itu, namun harus di sadari bahwa gaji pegawai di korea utara sangatlah sedikit, rata rata gaji disana berkisar $5-$8 per bulan. Namun di karenakan seluruh segi kehidupan pokok di subsidi gratis oleh pemeritah membuat rakyat mereka tidak terlalu terbebani.
Mata pencaharian warga korea utara terdiri dari beberapa jenis, di antaranya pertanian,buruh pabrik, keamanan. Di korea utara kebanyakan para penduduknya yang tidak berhasil mengikuti tes masuk universitas disana biasanya akan bekerja di pertanian atau buruh pabrik, karena sekolah menengah di sana sudah menyiapkan para lulusannya untuk siap bekerja. Untuk mereka yang lulusan universitas biasanya akan masuk ke dalam tentara, tentara di korea utara berbeda dengan tentara umunya, mereka mempunya berbagai divisi yang memang mebutuhkan orang orang yang memiliki kualitas otak lebih tinggi di banding kualitas otot, karena di dalam tentara ada berbagai divisi seperti divisi seni, divisi komputer, divisi teknologi, divisi pembangunan dan lain lain. Maka tidak heran sangat banyak warga korut yang tertarik masuk tentara karena banyaknya divisi tadi, ditambah satu satunya cara menaikan taraf kehidupan di negara komunis adalah melalui jalur tentara dan partai. Warga negara yang ingin menjadi pekerrja pemerintahan harus mengikuti tes masuk partai pekerja korea, setelah berhasil mereka akan di tes lagi oleh salah satu biro dalam organisasi partai tersebut.
Sistem teknologi dan peralatan.
Korea utara memiliki perkembangan teknologi yang cepat, banyak kebutuhan tekologi yang mereka buat sendiri terutama dalam hal militer, korea utara sudah berhasil membuat satelit yang sukses mereka luncurkan pada tahun 1998 dengan menggunakan roket yang juga mereka buat sendiri, dalam hal rudal mereka berhasil membuat rudal rudal jelajah antar benua yang hanya di kuasai negara negara besar seperti amerika, cina, rusia perkembangan tekologi militer mereka yang cepat juga didorong karena alokasi PDB negara untuk militer sebesar 20% selain perkembangan teknologi militer, perkembangan teknologi manufaktur juga berkembang, hal ini terbukti dengan di temukannya teknologi CNC yang biasa di sebut ibu para komputer manufaktur, dimana negara yang sanggup mebuat mesin ini hanya jerman,jepang dan korea utara. Untuk peralatan sehari hari korea juga biasa membuat merk mereka sendiri, mobill,handphone,komputer,printer semuanya mereka buat sendiri dengan cara merakit di korea utara dengan alat alat dari china.
Bahasa
Bahasa yang di gunakan warga korea utara adalah bahasa korea, bahasa yang mereka gunakan dari segi penulisan dan percakapan sama dengan korea selatan, hanya berbeda pada logat bicara nya. Perkembangan sastra korea juga berkembang di korea utara, di karenakan pendidikan non formal di korea uatar di wajibkan dan sangat berimbang dengan pendidikan formal, sehingga tidak heran banyak anak anak kecil korea utara yang sangat paham tentang sastra dan pintar untuk mempraktekan sastra mereka sendiri.
Kesenian
Dalam hal kesenian tradisional, apresiasi warga korea utara terhadap kesenian tradisional mereka jauh lebih tinggi di banding apresiasi warga korsel terhadap kesinian tradisonal mereka, pemerintah korut sangat menjamin kelangsungan kesenian tradisional, hal ini diuktikan dengan di wajibkan belajar kesenian di sekolah, didirikan institut seni yang banyak, juga teater teater pertunjukan yang sangat sering menampilkan kegiatan kesenian, di tambah program tv yang sangat sering menampilkan kesenian korea. Warga korea utara juga tidak malu mengenakan baju tradisional mereka walaupun mereka tidak ada kegiatan seremonial. Untuk perkembangan kesenian modern harus di akui korea uata tertinggal jauh dari tetangganya korea selatan. Korea utara seperti terhenti di kesenian pada tahun 1970an dimana seni modern mereka hanya terdiri dari penyanyi dengan iringan musik biasa, atau tap dance. Untung lah sejak awal 2012 marshal Kim Jong Un membentuk band baru bernama moranbong musik yang terdiri dari beberapa gadis muda dan cantik yang bisa memainkan musik dan memiliki suara yang bagus.
Sumber : http://egagung.blogspot.co.id/2012/11/sistem-kebudayaan-korea-utara.html
Di korea utara sebelum perang korea pada tahun 1950 tercatat jumlah pemeluk agama budha mencapai 10.000.000 pemeluk dan untuk nasrani sebanyak 10.000 pemeluk, namun setelah perang korea dan pemerintahan korea utara yang ber ideologi komunis menjadi penguasa pemerintah mewajibkan untuk semua agama berada di bawah organisasi partai pekerja korea, untuk sekarang pemeluk agama budha di korea sekitar 1.000.000 orang, dan pemeluk nasrani hanya berkisar ribuan orang. Untuk agama lain seperti Islam di korea utara, para pemeluknya hanya berasal dari para staff kedutaan maupun para pekerja organisasi internasional. Rata rata penduduk di Korea utara adalah atheis jadi pemeluk agama agama seperti nasrani maupun islam adalah para staff maupun pekerja organisasi dari luar negri. Semuanya bersatu di bawah federasi agama korea.
Sistem organisasi masyarakat
Sistem organisasi masyarakat di Korea utara bisa dibilang yang terlengkap serta teratur di dunia, sistem organisasi masyarakat mereka sangat teratur dan detai hingga tingkat terendah. Setiap pekerja pasti merupakan anggota serikat tempat mereka bekerja dan semuanya berada di bawah kendali negara melalui partai pekerja korea, tentara rakyat korea, persatuan pelajar korea. Tiap tiap masyarakat merupakan anggota partai yang berarti harus menurut perintah dari partai atau negara, setiap blok perumahan maupun apartemen memiliki organiasi sendiri (seperti RT/RW) yang berguna mengatur keluhan masyarakat, maupun pengecekan ransum anggotanya. Pemerintahan korea utara menggunakan sistem presidensial dengan kepala negara Kim Yong Nam, namun secara de jure kepala pemerintahan korea utara adalah Kim Jong Un yang merupakan putra dari Kim Jong Il dan cucu dari Kim Il sung yang merupakan sekertaris jendral partai pekerja korea, pemimpin tertinggi dewan rakyat korea, jendral pertama tentara rakyat korea. Sistem pemerintahan mereka masih berbau komunis walaupun tahun 1999 secara resmi korea utara mengganti ideologi mereka dari komunis menjadi ultranasionalis berlandaskan sosialis.
Setiap anggota masyarakat korea utara sudah di atur dalam undang undang bahwa mereka bebas berserikat dan berorganisasi, namun organisasi maupun serikat yang bisa mereka ikuti hanya yang di bawah naungan pemerintah korea utara, namun jenis organisasi masyarakat di korea utara sangat lengkap, semua pekerjaan pasti memiliki serikat mereka sendiri.
Sistem pengetahuan
Sistem pengetahuan untuk di korea utara terbagi ke dalam beberapa institusi, yaitu institusi pendidikan, institusi penelitian dan pengembangan, serta institusi penelitian dalam tubuh tentara. Di dalam institusi pendidikan semua warga korea di wajibkan mengikuti pendidikan secara 9 tahun, maka tidak heran tingkat melek huruf di korea utara sebesar 99,87% jauh lebih tinggi dari indonesia, hal ini juga di dukung karena pemerintah menggratiskan biaya pendidikan mulai dari TK sampai Kuliah bahkan pemerintah juga membrikan subsidi seragam,buku,maupun perlengkapan sekolah. Di korea utara jumlah universitas tidak bisa menampung seluruh lulusan SMA mereka maka itu tingkat persaingan untuk masuk ke dalam universitas sangatlah tinggi, bila mereka tidak lulus tes masuk universitas maka biasanya mereka akan masuk sebagai pekerja lapangan, sedangkan biasanya bagi mereka yang lulusan universitas mereka akan masuk ke dalam pekerjaan kantoran namun bisa juga menjadi pekerja lapangan tapi dengan jabatan lebih tinggi.
Untuk institusi penelitian dan pengembangan biasanya berada di pyongyang, ibukota Korea Utara. Di sana terdapat banyak institut untuk pendidikan speerti institut bunga, institut pengembangan ideologi juche, institut pengembangan tanaman, dll. Untuk pengembangan dan penelitian di bagian militer biasanya terdapat di dalam divisi litbang, divisi ini bertugas untuk melakukan penelitian di bidang roket dan nuklir, divisi ini juga mendapat dukungan pemerintah yang sangat besar karena untuk aset keamanan nasional.
Sistem mata pencaharian dan ekonomi
Sistem ekonomi kore uatar merupakan sistem ekonomi sosialis, dimana hampir seluruh aspek ekonomi di pegang oleh negara , hanya aspek aspek tertentu yang memang negara tidak mampu mengatur lah di isi oleh swasta atau join venture, di dalam sistem ekonomi korea utara semua aspek penting kehidupan di subsidi gratis oleh pemrintah seperti pendidikan,kesehatan,perumahan,kebutuhan pangan dan lain lain. Sehingga tidak heran bila di korea utara masuk sekolah maupun rumah sakit gratis bagi seluruh warga negaranya, bahkan warga korut pun untuk perumahan juga di berikan langsung oleh pemerintah secara gratis. Di korea uatar tidak ada pajak atau apapun sehingga rakyat tidak di pusingkan oleh beban beban semacam itu, namun harus di sadari bahwa gaji pegawai di korea utara sangatlah sedikit, rata rata gaji disana berkisar $5-$8 per bulan. Namun di karenakan seluruh segi kehidupan pokok di subsidi gratis oleh pemeritah membuat rakyat mereka tidak terlalu terbebani.
Mata pencaharian warga korea utara terdiri dari beberapa jenis, di antaranya pertanian,buruh pabrik, keamanan. Di korea utara kebanyakan para penduduknya yang tidak berhasil mengikuti tes masuk universitas disana biasanya akan bekerja di pertanian atau buruh pabrik, karena sekolah menengah di sana sudah menyiapkan para lulusannya untuk siap bekerja. Untuk mereka yang lulusan universitas biasanya akan masuk ke dalam tentara, tentara di korea utara berbeda dengan tentara umunya, mereka mempunya berbagai divisi yang memang mebutuhkan orang orang yang memiliki kualitas otak lebih tinggi di banding kualitas otot, karena di dalam tentara ada berbagai divisi seperti divisi seni, divisi komputer, divisi teknologi, divisi pembangunan dan lain lain. Maka tidak heran sangat banyak warga korut yang tertarik masuk tentara karena banyaknya divisi tadi, ditambah satu satunya cara menaikan taraf kehidupan di negara komunis adalah melalui jalur tentara dan partai. Warga negara yang ingin menjadi pekerrja pemerintahan harus mengikuti tes masuk partai pekerja korea, setelah berhasil mereka akan di tes lagi oleh salah satu biro dalam organisasi partai tersebut.
Sistem teknologi dan peralatan.
Korea utara memiliki perkembangan teknologi yang cepat, banyak kebutuhan tekologi yang mereka buat sendiri terutama dalam hal militer, korea utara sudah berhasil membuat satelit yang sukses mereka luncurkan pada tahun 1998 dengan menggunakan roket yang juga mereka buat sendiri, dalam hal rudal mereka berhasil membuat rudal rudal jelajah antar benua yang hanya di kuasai negara negara besar seperti amerika, cina, rusia perkembangan tekologi militer mereka yang cepat juga didorong karena alokasi PDB negara untuk militer sebesar 20% selain perkembangan teknologi militer, perkembangan teknologi manufaktur juga berkembang, hal ini terbukti dengan di temukannya teknologi CNC yang biasa di sebut ibu para komputer manufaktur, dimana negara yang sanggup mebuat mesin ini hanya jerman,jepang dan korea utara. Untuk peralatan sehari hari korea juga biasa membuat merk mereka sendiri, mobill,handphone,komputer,printer semuanya mereka buat sendiri dengan cara merakit di korea utara dengan alat alat dari china.
Bahasa
Bahasa yang di gunakan warga korea utara adalah bahasa korea, bahasa yang mereka gunakan dari segi penulisan dan percakapan sama dengan korea selatan, hanya berbeda pada logat bicara nya. Perkembangan sastra korea juga berkembang di korea utara, di karenakan pendidikan non formal di korea uatar di wajibkan dan sangat berimbang dengan pendidikan formal, sehingga tidak heran banyak anak anak kecil korea utara yang sangat paham tentang sastra dan pintar untuk mempraktekan sastra mereka sendiri.
Kesenian
Sumber : http://egagung.blogspot.co.id/2012/11/sistem-kebudayaan-korea-utara.html
Selasa, 24 November 2015
Agama dan Masyarakat
22.28 Anonim
Fungsi agama:
Ada 3 tipe kaitan agama dengan masyarakat, diantaranya :
Ada beberapa alasan tentang
mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia, antara lain adalah :
- Karena agama merupakan sumber moral
- Karena agama merupakan petunjuk kebenaran
- Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika.
- Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia baik di kala suka, maupun di kala duka.
Dimensi komitmen agama:
Menurut Roland Robertson dimensi komitmen agama terbagi menjadi:
Perlembagaan Agama:
Agama memiliki tiga (3) tipe hubungan dengan masyarakat diantaranya (menurut Elizabeth K. Nottingham)
1. Masyarakat Pedalaman
Di dalam kehidupan masyarakat pedalaman agama masih berdasarkan kepercayaan sehingga mereka mengadakan berbagai upacara ritual karena mereka percaya dengan begitu mereka sudah memiliki agama.
2. Masyarakat Semi Industri
Di dalam masyarakat semi industri sudah lebih maju dari masyarakat pedalaman sehingga di masyarakat semi indutri sudah memegang agama sebagai kepecayaan dan sebagai pedoman dalam melakukan segala hal seperti berdagang
3. Masyarakat Industri Sekunder (Modern)
Di dalam masyarakat industri sekunder sudah banyak muncul teknologi canggih sehingga lebih mudah menolong kegiatan manusia, namun karena sudah banyak teknologi maka agama menjadi di “no duakan” sehingga kurangnya kepercayaan terhadap agama.
Pelembagaan agama:
- Dimensi keyakinan mengandung perkiraan/ harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu.
- Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata.
- Dimensi pengetahuan dikaitkan dengan perkiraan bahwa orang-orang yang bersikap religius akan memiliki informasi tentang ajaran-ajaran pokok keyakinan dan upacara keagamaan, kitab suci, dan tradisi-tradisi keagamaan mereka.
- Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan.
- Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, bahwa semua agama mempunyai perkiraan tertentu
Perlembagaan Agama:
Agama memiliki tiga (3) tipe hubungan dengan masyarakat diantaranya (menurut Elizabeth K. Nottingham)
1. Masyarakat Pedalaman
Di dalam kehidupan masyarakat pedalaman agama masih berdasarkan kepercayaan sehingga mereka mengadakan berbagai upacara ritual karena mereka percaya dengan begitu mereka sudah memiliki agama.
2. Masyarakat Semi Industri
Di dalam masyarakat semi industri sudah lebih maju dari masyarakat pedalaman sehingga di masyarakat semi indutri sudah memegang agama sebagai kepecayaan dan sebagai pedoman dalam melakukan segala hal seperti berdagang
3. Masyarakat Industri Sekunder (Modern)
Di dalam masyarakat industri sekunder sudah banyak muncul teknologi canggih sehingga lebih mudah menolong kegiatan manusia, namun karena sudah banyak teknologi maka agama menjadi di “no duakan” sehingga kurangnya kepercayaan terhadap agama.
Pelembagaan agama:
Ada 3 tipe kaitan agama dengan masyarakat, diantaranya :
- Masyarakat dan nilai-nilai sakral.
- Masyarakat-masyarakat pra industri yang sedang berkembang.
- Masyarakat-masyarakat industri sekuler. Pengertian pelembagaan agama itu sendiri ialah apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan bentuknya serta fungsi struktur agama. Dimensi ini mengidentifikasikan pengaruh-pengaruh kepercayaan di dalam kehidupan sehari-hari.
- Agama,konflik dan masyarakat:
Konflik yang ada dalam Agama dan Masyarakat
Di beberapa wilayah, integritas masyarakat masih tertata dengan kokoh. Kerjasama dan toleransi antar agama terjalin dengan baik, didasarkan kepada rasa solidaritas, persaudaraan, kemanusiaan, kekeluargaan dan kebangsaan. Namun hal ini hanya sebagian kecil saja karena pada kenyataannya masih banyak terjadi konflik yang disebabkan berbagai faktor yang kemudian menyebabkan disintegrasi dalam masyarakat.
Banyak konflik yang terjadi di masyarakat Indonesia disebabkan oleh pertikaian karena agama. Contohnya tekanan terhadap kaum minoritas (kelompok agama tertentu yang dianggap sesat, seperti Ahmadiyah) memicu tindakan kekerasan yang bahkan dianggap melanggar Hak Asasi Manusia. Selain itu, tindakan kekerasan juga terjadi kepada perempuan, dengan menempatkan tubuh perempuan sebagai objek yang dianggap dapat merusak moral masyarakat. Kemudian juga terjadi kasus-kasus perusakan tempat ibadah atau demonstrasi menentang didirikannya sebuah rumah ibadah di beberapa tempat di Indonesia, yang mana tempat itu lebih didominasi oleh kelompok agama tertentu sehingga kelompok agama minoritas tidak mendapatkan hak.
Permasalah konflik dan tindakan kekerasan ini kemudian mengarah kepada pertanyaan mengenai kebebasan memeluk agama serta menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam UUD 1945, pasal 29 Ayat 2, sudah jelas dinyatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam memeluk agama dan akan mendapat perlindungan dari negara.
Pada awal era Reformasi, lahir kebijakan nasional yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia. Namun secara perlahan politik hukum kebijakan keagamaan di negeri ini mulai bergeser kepada ketentuan yang secara langsung membatasi kebebasan beragama. Kondisi ini kemudian menyebabkan terulangnya kondisi yang mendorong menguatnya pemanfaatan kebijakan-kebijakan keagamaan pada masa lampau yag secara substansial bertentangan dengan pasal HAM dan konstitusi di Indonesia.
Hal ini lah yang dilihat sebagai masalah dalam makalah ini, yaitu tentang konflik antar agama yang menyebabkan tindakan kekerasan terhadap kaum minoritas dan mengenai kebebasan memeluk agama dan beribadah dalam konteks relasi sosial antar agama. Penyusun mencoba memberikan analisa untuk menjawab masalah ini dilihat dari sudut pandang kerangka analisis sosiologis: teori konflik.
Di beberapa wilayah, integritas masyarakat masih tertata dengan kokoh. Kerjasama dan toleransi antar agama terjalin dengan baik, didasarkan kepada rasa solidaritas, persaudaraan, kemanusiaan, kekeluargaan dan kebangsaan. Namun hal ini hanya sebagian kecil saja karena pada kenyataannya masih banyak terjadi konflik yang disebabkan berbagai faktor yang kemudian menyebabkan disintegrasi dalam masyarakat.
Banyak konflik yang terjadi di masyarakat Indonesia disebabkan oleh pertikaian karena agama. Contohnya tekanan terhadap kaum minoritas (kelompok agama tertentu yang dianggap sesat, seperti Ahmadiyah) memicu tindakan kekerasan yang bahkan dianggap melanggar Hak Asasi Manusia. Selain itu, tindakan kekerasan juga terjadi kepada perempuan, dengan menempatkan tubuh perempuan sebagai objek yang dianggap dapat merusak moral masyarakat. Kemudian juga terjadi kasus-kasus perusakan tempat ibadah atau demonstrasi menentang didirikannya sebuah rumah ibadah di beberapa tempat di Indonesia, yang mana tempat itu lebih didominasi oleh kelompok agama tertentu sehingga kelompok agama minoritas tidak mendapatkan hak.
Permasalah konflik dan tindakan kekerasan ini kemudian mengarah kepada pertanyaan mengenai kebebasan memeluk agama serta menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam UUD 1945, pasal 29 Ayat 2, sudah jelas dinyatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam memeluk agama dan akan mendapat perlindungan dari negara.
Pada awal era Reformasi, lahir kebijakan nasional yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia. Namun secara perlahan politik hukum kebijakan keagamaan di negeri ini mulai bergeser kepada ketentuan yang secara langsung membatasi kebebasan beragama. Kondisi ini kemudian menyebabkan terulangnya kondisi yang mendorong menguatnya pemanfaatan kebijakan-kebijakan keagamaan pada masa lampau yag secara substansial bertentangan dengan pasal HAM dan konstitusi di Indonesia.
Hal ini lah yang dilihat sebagai masalah dalam makalah ini, yaitu tentang konflik antar agama yang menyebabkan tindakan kekerasan terhadap kaum minoritas dan mengenai kebebasan memeluk agama dan beribadah dalam konteks relasi sosial antar agama. Penyusun mencoba memberikan analisa untuk menjawab masalah ini dilihat dari sudut pandang kerangka analisis sosiologis: teori konflik.
Sumber:
http://dellatilasnuari.blogspot.co.id/2014/01/fungsi-agama-secara-umum.html
http://dellatilasnuari.blogspot.co.id/2014/01/fungsi-agama-secara-umum.html
https://abiand.wordpress.com/tugas/9-agama-dan-masyarakat/
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

