Minggu, 29 April 2018

Peng. Animasi & Desain Grafis #


Kodingan website dapat download di link ini
https://drive.google.com/file/d/1vY5oTZkkU1IvG8jkznoiO7ZTzVJ1hxZG/view?usp=sharing

TUGAS KELOMPOK 4
PENG. ANIMASI & DESAIN GRAFIS
WEBSITE PROVINSI DKI JAKARTA

Hasil gambar untuk universitas gunadarma logo

DISUSUN OLEH :

1.      ADHI SATRIA PAMUNGKAS                                                                  10115114
2.      ADITYA BUANA SAPUTRA                                                                     10115175
3.      ALVIN YULIALDI                                                                                      10115589
4.      DWI PRASETIYO                                                                                       12115049
5.      EDWIN TRI HUDAYA                                                                               12115116
KELAS    : 3KA16

UNIVERSITAS GUNADARMA
2017/2018



KATA PENGANTAR


Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.



DAFTAR ISI




KATA PENGANTAR.............................................................................................................2.. 2

DAFTAR ISI. 3...........................................................................................................................3

1.      PENDAHULUAN.. 4..........................................................................................................4

  1.1 Latar Belakang. 4..................................................................................................................4

  1.2 Rumusan Masalah. 4.............................................................................................................4
  1.3 Tujuan Pembahasan. 4..........................................................................................................4
2.      PEMBAHASAN.. 5.............................................................................................................5
  2.1        Kebudayaan Provinsi Dki Jakarta. 5..............................................................................5
  2.2        Pakaian Adat 5..............................................................................................................5
  2.3        Rumah Adat 6...............................................................................................................6
  2.4        Senjata Tradisional 10...................................................................................................10
  2.5        Budaya. 12......................................................................................................................12
  2.6        Event 14.........................................................................................................................14
3.      ANALISA TAMPILAN.. 17................................................................................................17
  3.1        Struktur Navigasi 17......................................................................................................17
  3.2        Tampilan Website. 17......................................................................................................17
4.      PENUTUP. 26......................................................................................................................26
  4.1        Kesimpulan. 26...............................................................................................................26
DAFTAR PUSTAKA.. 27.............................................................................................................27





1.     PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Melayu, Jawa, Bali, Bugis, Makassar dan Ambon, serta suku-suku pendatang, seperti Arab, India, Tionghoa dan Eropa.
Suku Betawi berasal dari hasil kawin antar etnis dan bangsa di masa lalu secara biologis. Kata Betawi digunakan untuk menyatakan suku asli yang menghuni di Jakarta dan Bahasa Melayu. Kata Betawi sebenarnya dari kata “Batavia”, yaitu nama kuno Jakarta yang pernah diberikan oleh Belanda. Jadi, sangatlah menarik bila diteliti secara struktur, proses dan pertumbuhan sosial suku Betawi mulai dari sejarah, bahasa, kepercayaan, profesi prilaku, wilayah, seni dan budaya

1.2 Rumusan Masalah

Setelah melihat latar belakang diatas kita menyimpulkan rumusan masalah sebegai berikut:
1.      Bagaimana sejarah asal usul suku Betawi?
2.      Apakah rumah adat Betawi?
3.      Apa saja seni dan kebudayaan Suku Betawi
4.      Event Apa yang ada di suku Betawi

1.3 Tujuan Pembahasan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, penyusun merumuskan tujuan pembahasan sebagai berikut :
1.      Mengetahui Sejarah suku Betawi.
2.      Melihat tampilan website suku Betawi yang telah dibuat.
3.      Mengetahui kebudayaan suku Betawi.



2.     PEMBAHASAN


2.1  Kebudayaan Provinsi Dki Jakarta

Betawi dianggap sebagai suku dengan tingkat akulturasi budaya yang sangat tinggi di Indonesia. Menilik pada sejarah, suku yang berasal dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya ini memang telah mendapatkan banyak pengaruh dari berbagai budaya orang-orang luar daerah. Pedagang China, Arab, dan Belanda serta orang-orang suku lainnya di Indonesia telah memberikan banyak sumbangsih bagi perkembangan adat istiadat di suku ini sejak masa silam. Hal inilah yang kemudian adat dan kebudayaan Suku Betawi ini begitu unik dan berbeda.
Perbedaan dan keunikan suku betawi dapat kita lihat dari banyak hal, mulai dari bagaimana arsitektur hunian tempat tinggal mereka (rumah adat), bagaimana cara mereka berpakaian (baju adat), hingga beragam tradisi dan upacara yang hingga kini masih tetap lestari.

2.2  Pakaian Adat

Hasil gambar untuk pakaian adat betawi
Secara umum, budaya betawi menggolongkan pakaian adat betawi menjadi 2 jenis, yaitu pakaian adat yang digunakan untuk keseharian, pakaian adat yang digunakan dalam acara resmi.
A.    Pakaian Keseharian Pria Betawi
Yang dimaksud dengan pakaian keseharian adalah pakaian yang umum digunakan oleh orang betawi dalam kesehariannya. Untuk pria, pakaian adat ini terdiri atas baju koko atau sering juga disebut baju sadariah, celana komprang dengan ukuran ranggung, sarung yang digulung dan diikatkan dipinggang, sabuk hijau, serta peci berwarna merah.
B.     Pakaian Keseharian Wanita Betawi
Sementara untuk para wanita, pakaian adat betawi keseharian terdiri atas baju kurung berwarna terang (mencolok), kain batik dengan motif geometris sebagai bawahan, selendang berwarna sama dengan baju kurung, serta kerudung sebagai penutup kepala.
C.    Pakaian adat Betawi untuk Bangsawan (Baju Resmi)
Pakaian bangsawan sebetulnya adalah pakaian resmi yang dulunya hanya dikenakan oleh para demang. Saat ini pakaian yang bernama baju ujung serong telah resmi digunakan sebagai pakaian PNS Pemda DKI Jakarta untuk hari-hari tertentu.
Baju ujung serong pria terdiri atas dalaman kemeja putih, jas tutup berwarna gelap, batik geometris yang dikenakan dipinggang sebatas lutut, dan celana pantolan yang warnanya sama dengan jas. Aksesoris pelengkapnya yaitu tutup kepala berupa kopiah, kuku macan, pisau raut atau senjata semacam badik yang diselipkan dipinggang, jam rantai untuk hiasan saku, serta alas kaki berupa sepatu pantopel.
Sementara untuk wanita digunakan varian baju yang sama dengan baju keseharian yaitu baju kurung, kain batik, selendang, dan kerudung, serta dilengkapi dengan pernik perhiasan emas mulai dari kalung, gelang, giwang, dan cincin.

2.3  Rumah Adat

Masyarakat Betawi umumnya mengenal 4 ragam bentuk arsitektur tradisional yang dipakai pada rumah adat mereka, yaitu:
A.    Rumah Tipe Gudang
Merupakan rumah adat Betawi asli yang belum pernah terpengaruh oleh budaya-budaya lain yang ada di Indonesia. Rumah gudang adalah rumah adat Betawi yang sudah ada dari awal masuknya etnis budaya Betawi di Indonesia. Rumah gudang tersebut merupakan rumah dari suku Betawi yang letaknya berada didaerah pedalaman dan bentuknya menyesuaikan terhadap alam disekitarnya. Rumah tipe gudang pada umumnya memiliki denah berbentuk segi empat, memanjang kebelakang. Atapnya berbentuk pelana, dan struktur atap rumah tipe gudang tersebut tersusun dari kerangka kuda-kuda. Dan memiliki perisai yang ditambahkan oleh satu elemen struktur atap, yaitu jure. Selain itu pula, atap rumah tipe gudang ini mempunyai sepenggal atap miring yang biasa disebut topi atau dak ataupun juga markis yang berfungsi sebagai penahan dari cahaya matahari dan tampias hujan pada ruangan depan rumah yang selalu terbuka. Dan dak ini ditahan oleh yang dinamakan sekor.
Hasil gambar untuk rumah adat joglo betawi
B.     Rumah Tipe Bapang / Tipe Kebaya
Rumah Bapang adalah rumah adat Betawi yang berada didaerah pedalaman juga seperti rumah gudang. Rumah adat ini merupakan sebuah bentuk yang disesuaikan dengan etnis Jawa. Disamping itu juga rumah bapang pada zaman dahulu merupakan rumah untuk etnis Betawi yang tergolong dalam keturunan orang terpandang yang pada etnis Jawa disebut Ningrat. Terlihat terhadap luas teras rumah yang begitu luas, teras tersebut dahulunya digunakan untuk menyambut para tamu-tamu dari kalangan ningrat yang jumlahnya biasanya banyak sehingga para tamu dapat nyaman berada dirumah tersebut. Dan juga teras tersebut dapat digunakan sebagai tempat untuk menyambut tamu-tamu lain dengan budaya Betawi.
Rumah Kebaya, merupakan rumah yang menjejak ke bumi selanjutnya lebih disukai karena proses pembuatannya yang sederhana namun lantai dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah sehingga bali suji sebagai unsur pendukung masih tetap dipertahankan.
Rumah tipe bapang/kebaya merupakan rumah yang berbentuk pelana. Tetapi tidak berbeda dengan atap rumah gudang, bentuk dari pelana rumah tipe bapang adalah tidak penuh, karena kedua sisi luar dari atap rumah tipe bapang/kebaya ini sebenarnya terbentuk terusan ( sorondoy ) dari atap pelana tadi yang terletak dibagian tengah. Oleh karena itu, struktur kuda-kuda adalah bagian atap yang berada ditengah-tengah bagian atap tersebut.
Hasil gambar untuk rumah adat kebaya
C.    Rumah Tipe Joglo
Rumah Joglo adalah rumah yang berasal dari adat etnis Jawa, lain halnya dengan rumah Joglo dari adat Betawi. Rumah Joglo adat Betawi ini merupakan hasil pengaruh dari Arsitektur Jawa. Namun tidak seperti rumah tipe joglo yang berada di daerah Jawa Tengah. Bentuk denah, tiang penopang terhadap atap dan struktur pada rumah Betawi tidaklah nyata.
Rumah Joglo merupakan rumah penduduk suku Betawi yang tinggal didaerah tengah kota. Pengaruh dari budaya Jawa dalam rumah ini hanya terlihat dari segi bentuk atapnya saja. Akan tetapi, rumah Joglo adat Betawi ini merupakan rumah yang memiliki nilai budaya Jawa-nya yang sangat peka. Selain dari penyesuaian bentuk terhadap bangunan yang berada disekelilingnya, rumah ini dalah penggambaran dari penduduk Betawi yang termasuk keturunan dari keluarga kerajaan Keraton Jawa.
Hasil gambar untuk rumah adat joglo betawi
D.    Rumah Tipe Panggung
Merupakan rumah adat Betawi yang tinggal didaerah pesisir pantai. Bentuk rumah panggung semua bahannya menggunakan material kayu, bentuk rumah panggung tercipta sebagai pengamanan terhadap air pasang. Selain itu pula, pada awalnya masyarakat Betawi didaerah pesisir hanya menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan di laut saja. Jadi bentuk dari rumah panggung tersebut hanya mengikuti budaya dari etnis Betawi yang tinggal dipesisir pantai dengan mata pencaharian sebagai nelayan saja.
Ada keuntungan ekologis dari rumah tipe panggung, yaitu tanah dibagian bawah bangunan akan berfungsi sebgai tempat untuk resapan air. Pada saat air pasang atau banjir, air akan menggenang di bawah rumah tersebut sampai kemudian pada akhirnya dapat surut dan terserap kedalam tanah.
Hasil gambar untuk rumah adat panggung betawi

2.4  Senjata Tradisional

Senjata merupakan alat kepanjangan tangan manusia dalam pembelaan diri, dalam setiap perkembangannya sangat dipengaruhi oleh kebudayaan dan lingkungan alam. Oleh karenanya sering ditemukan kesamaan model senjata antara satu daerah dengan daerah lain yang letak geografisnya berdekatan. Tidak sedikit dari senjata-senjata itu berakar dari alat pertanian dan perkakas sehari-hari.
A.    Piso Punta
Hasil gambar untuk piso punta betawi
Piso Punta adalah senjata tajam jenis tusuk, dengan panjang sekitar 15-20cm. Senjata ini lebih berfungsi sebagai senjata pusaka yang menjadi simbol strata sosial pada waktu itu, karena senjata tajam ini tidak pernah digunakan untuk bertarung. Di Jawa Barat mungkin dikenal sebagai Kujang, namun Kujang lebih variatif dari segi bentuk dan motif ciung.
B.     Pisau Raut
Hasil gambar untuk pisau raut betawi
Senjata tradisional masyarakat Betawi yang bentuknya hampir mirip badik. Merupakan pisau sang Hulun atau rakyat biasa. Pisau ini disebut juga badi-badi. Di samping itu pisau raut merupakan salah satu ciri khas pada Pengantin Dandanan Rias Bakal Pria Adat Betawi. Senjata ini disematkan pada bagian tengah baju dan ditahan dengan ikat pinggang. Letaknya cenderung ke sebelah kanan dengan dihiasi bunga melati yang dironce indah.
C.    Cunrik
Hasil gambar untuk pisau Cunrik betawi
Cunrik merupakan senjata tradisional para perempuan Betawi, biasa digunakan oleh para resi perempuan yang tidak ingin menonjolkan kekerasan dalam pembelaan dirinya, terbuat dari besi kuningan dengan panjang kurang dari 10cm.
D.    Golok
Hasil gambar untuk pisau golokbetawi
Golok merupakan jenis senjata tajam masyarakat Melayu yang paling umum ditemukan, walaupun dengan penamaan yang berlainan berdasarkan daerahnya. Sebagian besar masyarakat di pulau Jawa sepakat menamakan senjata tajam jenis “bacok” ini dengan golok.
Pada masyarakat Betawi keberadaan golok sangat dipengaruhi kebudayaan Jawa Barat yang melingkupinya. Perbedaan diantara keduanya dapat dilihat dari model bentuk dan penamaannya, sedangkan kualitas dari kedua daerah ini memiliki kesamaan mengingat kerucut dari sumber pande besi masyarakat Betawi mengacu pada tempat-tempat Jawa Barat, seperti Ciomas di Banten dan Cibatu di Sukabumi.

2.5  Budaya

Keberadaan budaya Betawi termasuk kesenian tradisionalnya merupakan asset wisata. Kebudayaan tersebut terdiri dalam beragam bentuk seperti tari-tarian, teater, nyanyian, musik, dan sebagainya. Sudah sepatutnya kekayaan budaya itu dilestarikan dan dikembangkan. Meski masyarakat asli Betawi banyak yang tergusur ke pinggiran karena pembangunan, namun kebudayaan Betawi tidak boleh tergusur dari Jakarta itu sendiri.

A.    Tari Topeng
Hasil gambar untuk tari topeng betawi
Tari ini sudah cukup lama di kenal sebagai tari tradisional asal betawi. Seni tari ini biasanya di gelar saat ada pernikahan, acara sunatan dan membayar nazar. Dalam Topeng Betawi, para penari memakai topeng dan bercerita lewat seni gerak. Kini tari Topeng Betawi sudah banyak dikreasikan, sehingga Tarian Betawi pun semakin beragam.
B.     Ondel-Ondel
Ondel-ondel adalah sebuah kesenian betawi berupa boneka yang tingginya mencapai sekitar ± 2,5 m dengan garis tengah ± 80 cm, boneka ini dibuat dari anyaman bambu agar dapat dipikul dari dalam oleh orang yang membawanya. Boneka tersebut dipakai dan dimainkan oleh orang yang membawanya. Pada wajahnya berupa topeng atau dengan kepala yang diberi rambut dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya di cat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan dicat dengan warna putih.
Hasil gambar untuk ondel ondel
C.    Lenong
Lenong adalah sebuah pertunjukkan drama dengan alumna musik gambng kromong dan di tambah unsur lawakan dengan banyolan-banyolan tanpa adanya plot cerita.
Hasil gambar untuk lenong

2.6  Event

Kegiatan pesta rakyat Betawi sangat beragam. Berikut beberapa event yang biasa diselenggarakan di DKI Jakarta:
A.    Abang None Jakarta
Hasil gambar untuk Abang None Jakarta

Abang None Jakarta adalah kontes pencarian duta pariwisata DKI Jakarta yang diadakan sejak tahun 1968 dan rutin berlangsung hingga kini. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan provinsi DKI Jakarta. Dan pemenang terpilih akan mendampingi Gubernur DKI Jakarta atau Wakil GUbernur DKI Jakarta dalam acara kebudayaan.
B.     Festival Pencak Silat
Hasil gambar untuk pencak silat

Pencak Silat adalah kata majemuk. Pencak dan Silat mempunyai pengertian yang sama dan merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat pribumi Asia Tenggara (Asteng), yakni kelompok masyarakat etnis yang merupakan penduduk asli negara-negara di kawasan Asteng (Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand dan Vietnam).
Para Tokoh masyarakat Betawi baik dari komunitas, lembaga dan unsur masyarakat lainnya menyengalarakan acara kegiatan atraksi silat Betawi. Acara itu akan dimeriahkan dengan pesilat pesilat lainnya seperti Karate, Tek kwon do dan tidak ketinggalan pula dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

C.    Festival Cipete Vaganza 5
Hasil gambar untuk Festival Cipete Vaganza 5
Acara yang hanya di helat setahun sekali ini oleh Dibuka oleh gubernur DKI Jakarta dan muspika jakarta selatan di meriahkan oleh berbagai kegiatan.Mulai dari Pagelaran Seni dan Budaya Betawi, Gambang Kromong, Wahana Anak, Marching Band, Music Festival yang dimeriahkan oleh Artis Ibukota, Sport Activity, sampai komedi khas Betawi Bakal menjadi tontonan menarik dan masih banyak kegiatan lainnya yang akan menjadi ajang menarik dan tak terlupakan bagi keluarga, kerabat dan komunitas Anda di Akhir Pekan.


3.     ANALISA TAMPILAN


3.1  Struktur Navigasi

Struktur navigasi yang digunakan adalah struktur naviagasi Hirarki. Struktur navigasi hirarki biasa disebut struktur bercabang, merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu..


3.2  Tampilan Website

Dari sekian banyak penjelasan dari makalah ini kami merangkumnya kedalam sebuah tampilan website. Dari website ini terdiri dari beberapa menu yaitu beranda sebagai halaman depan, profile sebagai nama-nama dari kelompok 4, event sebagai acara yang dipentaskan, budaya sebagai kesenian. Berikut adalah beberapa gambar yang kami tampilkan dari website yang telah dibuat.
A.    Tampilan Beranda

B.     Tampilan Profil





C.    Tampilan Event



D.    Tampilan Budaya








4.     PENUTUP


4.1  Kesimpulan

Selain dari sejarahnya yang panjang, Jakarta pun memiliki kesenian dan kebudayaan yang dikenal dengan Betawi. Kesenian dan kebudayaan Jakarta, dalam proses perkembangannya pun, terutama di masyarakat modern bisa dikatakan kian hari kian hilang. Hal ini disebabkan dari pesatnya teknologi dan budaya Barat yang sudah menjamur. Untuk itu, sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya kebudayaan Betawi yang ada di Jakarta, seperti yang sudah penulis bahas. Setidaknya kalau kita melestarikannya, kelak anak-cucu kita bisa menikmatinya serta mempelajarinya di masa yang akan datang sebagai warisan budaya asli bangsa Indonesia.



DAFTAR PUSTAKA


http://www.adatnusantara.xyz/2017/08/pakaian-adat-betawi-serta-penjelasannya.html
http://radar-subekti.blogspot.co.id/2014/07/arsitektur-tradisional-betawi.html
https://gpswisataindonesia.wordpress.com/2015/03/28/senjata-tradisional-betawi-jakarta/
http://khantydwi.blogspot.co.id/2013/05/kesenian-dan-kebudayaan-jakarta-betawi.html
https://www.kaskus.co.id/thread/51c54c0a0975b4e37e000009/seri-hut-jakarta-ke-486-sejarah-abang-none-jakarta/
http://makalahlengkap14.blogspot.co.id/2014/12/makalah-pencak-silat.html
https://www.haievent.com/cipete-vaganza-5-jakarta-selatan-3-4-desember-2016/

Selasa, 03 Oktober 2017

Mengomentari Film EX Machina



Sinopsis

Film drama barat sci-fi berjudul “Ex Machina ( 2015 )” ini menceritakan seorang programmer bernama Caleb Smith ( Domhnall Gleeson ) pada internet-search giant memenangkan sebuah kompetisi untuk menghabiskan waktu seminggu di real gunung pribadi brilian dan tertutup sebuah CEO perusahaan milik Nathan Bateman ( Oscar Isaac ). Setelah tiba kedatangan, Caleb belajar bahwa Nathan telah memilihnya untuk menjadi komponen manusia dalam Turing Test pengisian dengan mengevaluasi kemampuan. Akhirnya kesadaran pada percobaan terbaru Nathan dalam integritas buatan. Lalu di sisi lain ada percobaan yang dilakukan oleh Ava ( Alicia Vikander ) lebih pada emosional integritas membuktikan lebih canggih dan lebih menipu.

Komentar

Film ini bagus karena menceritakan seorang programer yang berhasil membuat robot dengan kesadaran manusia. Ceritanya menegangkan karena di tokoh robot android itu ingin melihat warna dari dunia luar, diapun melakukan cara agar bisa keluar dari tempat karantina tersebut. Sayangnya sang programer tersebut tidak bisa mengatasi program yang mereka buat sendiri, sehingga dia mati oleh ciptaannya sendiri. Pesan saya seharusnya manusia bisa lebih pintar daripada apa yang mereka ciptakan, jangan sampai terlampaui dengan perkembangan gadget yang lebih maju.

Minggu, 15 Januari 2017

Trend Bisnis dalam Sistem Informasi: Online Shop


Bisnis online shop merupakan proses pembelian barang/jasa yang dilakukan di internet. Kalian tidak perlu harus bertemu penjual secara langsung.

Di Indonesia sendiri, belanja online sudah tidak lagi menjadi rahasia umum. Sekarang toko online sudah menjamur ada dimana mana. Apalagi dengan adanya dukungan media sosial, seperti facebook, twitter, blog, instagram, path yang dapat sangat berguna untuk mempromosikan produk yang ingin di jual/di beli.

Cara Memulai Bisnis Online Shop

a. Menenutkan barang yang akan dijual ke internet.

Langkah pertama dalam memulai usaha online adalah menentukan jenis barang / jasa yang akan kita jual. Jangan lupa untuk mempelajari tentang barang / jasa yang akan kita jual.

b. Survey Pasar

Untuk memulai produk diperlukan adanya analisis pasar terlebih dahulu, selera konsumen yang berubah-ubah dan berbeda memang dikatakan hampir tidak bisa kita samakan dengan selera konsumen yang satu dengan yang lain. Namun strategi yang bisa kita ambil ialah mengintip selera mana yang di dominasi oleh pasar saat ini bisa jadi masukan untuk kita mengetahui apa selera konsumen.

Pastikan anda bisa melihat trend pasar saat ini, apa saja yag dibutuhkan oleh para konsumen saat ini, model apa saja yang banyak dicari atau sedang booming di pasaran saat ini. Sebaiknya kita harus mengikuti trend pasar yang berubah-ubah dietiap harinya.

c. Ketersediaan barang

Biasanya konsumen merasa puas dengan ketersedian barang yang selalu ada. Pastikan anda bisa menjadi  salah satu situs online shop terlengkap untuk memenuhi keutuhan para konsumen.
Ini sangat penting untuk diperhatikan. Bila kita memproduksi sendiri, kita harus bisa menghitung berapa kapasitas produksi kita dalam suatu waktu terntu. Bila ternyata kita memperoleh barang dari suplier, kita harus sudah mengetahui betul berapa kemampuan suplai suplier kita tersebut. Jangan sampai terjadi kekosongan stok dalam waktu yang lama.

d. Daya Beli Konsumen

Perhatikan juga daya beli konsumen, jangan menjual produk terlalu mahal, kondisikan kemampuan ekonomi masyarakat kita saat ini. Kebayakan konsumen menginginkan kualitas yang bagus dengan harga yang murah, paling tidak kita bisa mengikuti daya beli konsumen terhadap produk yang nantinya akan kita jual.

e. Promosi

Langkah promosi itu wajib yang kita lakukan juga dilakukan di dunia maya. Lakukan promosi di situs jual beli terpercaya, rajin mengupdate isi facebook,twitter, dll adalah langkah – langkah yang bisa kita lakukan dalam mempromosikan usaha online kita


Kelebihan Online Shop

Bisnis Online yang mulai menjamur ini di anggap menjanjikan bagi beberapa pihak. Keuntungan yang di hasilkan juga tak patut di pertanyakan lagi. Tak perlu bermodal toko fisik untuk mempromosikan barang yang di jual, kita dapat mempromosikan lewat gambar yang selanjutnya di upload ke internet.

a. Hemat Tenaga

b. Mudah Membandingkan Harga.

c. Hemat Waktu

d. Simpel


Kekurangan Online Shop

Ada juga sebagian masyarakat yg masih takut untuk melakukan belanja secara online. Sebagian orang takut untuk membeli barang secara online karena menganggap barang yang hanya di lihat secara gambar masih tidak cukup sebelum dilihatnya, serta diraba nya secara langsung. Sebagian lagi beranggapan, jika hanya melihat gambar, dan mengira ira wujudnya saja, bisa jadi barang yang di beli tidak sesuai dengan ekspektasi atau bayangan kita.

Sabtu, 10 Desember 2016

Trend Sistem Teknologi Informasi Saat Ini & Trend Untuk Masa Mendatang: E-Commerce


Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara online.

Sementara itu Kalakota dan Whinston mendefinisikan E-Commerce dari beberapa perspektif, yaitu:

  1. Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi, produk/jasa, atau pembayaran melalui jaringan telepon, atau jalur komunikasi lainnya;
  2. Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi bisnis dan work flow;
  3. Dari perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang; dan
  4. Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual dan membeli produk serta informasi melalui internet dan jaringan jasa online lainnya.

Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial. Kemudian di website E-Commerce Net, E-Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melalui internet. Seluruh komponen yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara promosi dan sebagainya.

Seluruh definisi yang dijelaskan di atas pada dasarnya memiliki kesamaan yang mencakup komponen transaksi (pembeli, penjual, barang, jasa dan informasi), subyek dan obyek yang terlibat, serta media yang digunakan (dalam hal ini adalah internet).

Perkembangan teknologi informasi terutama internet, merupakan faktor pendorong perkembangan e-commerce. Dengan menghubungkan jaringan komputer perusahaan dengan internet, perusahaan dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan bisnis atau konsumen secara lebih efisien. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur yang ideal untuk menjalankan e-commerce, sehingga istilah E-Commerce pun menjadi identik dengan menjalankan bisnis di internet.

Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. Penggunaan E-Commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.

Tipe dan macam- macam Aplikasi:

Email
Email adalah aplikasi yang memungkinkan seseorang mengirimkan surat elektronik ke orang lain yang berada di lokasi yang berjauhan dengannya, dengan syarat keduanya memiliki koneksi ke internet. Diperkirakan lebih dari 100 juta orang telah memiliki alamat e-mail, dan setiap bulan lebih 1 terabyte (TB) telah melintasi jaringan internet. Agar seseorang bisa memiliki alamat surat internet (e-mail) maka dia harus mendaftarkan diri pada satu penyedia layanan, baik secara offline maupun secara online. Alamat surat elektronik biasanya dalam format: user@penyedia, cotohnya: asus_design@yahoo.co.id atau 8kreasi@gmail.com. Surat-surat yang dikirim ke seseorang akan ditampung pada suatu server (mail server) di komputer penyedia layanan, kemudian secara otomatis di-download ketika user membuka kotak suratnya (mailbox) pada saat koneksi ke internet.

File Transfer
File Transfer adalah aplikasi yang memungkinkan seseorang men-transfer file data-nya dari satu komputer ke komputer lain dalam jaringan internet. Misalnya mengambil file dari suatu lokasi (download) atau mengirim file kesuatu lokasi (upload). Suatu protokol internet yaitu FTP (file transfer protocol) melayani proses pemindahan ini. File-file besar biasanya dikompress dulu sebelum disediakan dalam suatu FTP server, dalam format zip, tar.gz, atau hqx.

Bulletin Board
Bulletin Board System (BBS) adalah layanan bulletin online yang dibagi menurut bidang ilmu pengetahuan, atau bidang-bidang minat lainnya. Network News dan Usenet News adalah dua contoh BBS yang menyajikan lebih dari 6000 bidang minat. Bidang ilmu pengetahuan atau bidang minat dibagi dalam beberapa kategori, antara lain sbb:
• com bidang Komputer, termasuk teknologi jaringan LAN
• biz bidang bisnis
• K12 bidang pendidikan dasar dan menengah
• rec bidang rekreasi
• sci bidang sains (biologi, kimia, fisika)
• soc bidang sosial

Online Banking
Beberapa bank kini menyajikan layanan online melalui internet, di mana nasabah dapat mendapatkan informasi tentang berbagai urusan perbankan, dan juga bisa untuk memeriksa rekening tanpa perlu ke bank. Masalah utama adalah masalah keamanan data, di mana rekening seseorang bisa dibobol, dsb.

Radio Broadcasting
Berbagai stasiun radio menyebarkan siaran-nya melalui internet sehingga pendengar tidak memerlukan antena khusus untuk menangkap siaran radio favorit-nya. Teknologi audio streaming digunakan untuk menyalurkan suara ke internet, walaupun reliabilitas-nya kurang, mengingat teknologi streaming adalah teknologi packet-switching, sehingga bisa terjadi penundaan waktu yang menyebabkan suara terputus-putus, bahkan beberapa paket suara mungkin hilang dalam media transmisi. Tetapi karena pada umumnya siaran radio internet ini gratis, maka para pendengar biasanya cukup maklum dengan kondisi siarannya.

Video Broadcasting
Seperti pada siaran radio, maka beberapa stasiun TV juga memiliki situs di internet untuk menyebarluaskan siaran-nya. Di samping itu, aplikasi seperti netmeeting, CU-SeeMe yang menyajikan video-conferencing melalui internet juga kini sudah bisa digunakan oleh banyak orang. Namun seperti pada Radio Broadcasting maka kualitas siaran TV juga tidak terlalu bagus.

Internet Telephony
Telepon internet dikenal juga sebagai iPhone, NetPhone, atau VOIP (Voice Over Internet Protocol), adalah usaha untuk melakukan koneksi telepon melalu internet. Keuntungan Voip adalah kemungkinan biaya murah untuk telepon jarak jauh (interlokal), bahkan bisa gratis bila dilakukan oleh dua orang yang terhubung ke internet, kemudian menggunakan microphone dan speaker yang ada pada komputernya untuk melakukan percakapan. Kelemahan-nya adalah kualitas suara yang mungkin buruk akibat rintangan dalam jaringan internet yang sibuk. Perusahan telepon seperti Telkom di Indonesia melarang voip untuk dijadikan bisnis perorangan, karena bisnis komunikasi hanya bisa dilakukan oleh perusahaan komunikasi.

Chatting
Chatting adalah aplikasi yang digemari banyak orang terutama anak muda, karena memberi layanan berkomunikasi antar teman melalui internet (Internet Relay Chatting / IRC). Komunikasi yang dilakukan pada umumnya komunikasi teks, di mana dua orang yang sedang chatting akan berbalas-balasan kalimat pendek yang diketik pada layar monitor.

World Wide Web
World Wide Web (WWW), lebih populer dengan istilah Web, merupakan aplikasi internet yang paling digemari oleh pengguna internet. Web mula-mula diperkenalkan oleh Tim-Berners-Lee pada tahun 1992 di CERN, laboratorium Fisika Partikel Eropa yang berlokasi di Jenewa, Swiss, dan setelah populer kemudian diambil alih pengembangannya oleh W3C (World Wide Web Consortium). Marc Andressen merancang sebuah perangkat lunak untuk menampilkan halaman Web yang diciptakan oleh Tim-Berners Lee, yang dinamakan sebagai web-browser. Web menjadi populer karena kemampuannya menyajikan objek multimedia pada halaman tampilan-nya, sehingga bisa dijadikan sebagai sumber informasi yang memuat teks, gambar, suara, citra, dan video, yang diatur oleh program HTML (Hyper Text Markup Language). Hypertext dapat membentuk hyperlink yang memungkinkan seseorang berpindah dari satu tayangan Web ke tayangan Web lainnya. Setiap organisasi kini memiliki situs Web (Website), dengan alamat tertentu yang bisa diakses oleh sebuah browser (seperti Internet Explorer, NetScape, atau Opera).

Minggu, 06 November 2016

Kepemimpinan


Motivasi internal ditentukan oleh orang itu sendiri dan didasarkan atas kebutuhan dan keinginannya. Motivasi eksternal dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti gaji, kondisi kerja, kebijaksanaan perusahaan, penghargaan, kenaikan pangkat dan sebagainya. Bagaimana seorang manajer mengendalikan faktor-faktor tersebut dan memotivasi pekerja-pekerjanya menentukan seberapa jauh efektif tidaknya dia sebagai seorang pemimpin.


PENTINGNYA KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Kepemimpinan yang efektif harus memberikan pengarahan terhadap usaha-usaha semua pekerja dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi. Tanpa kepemimpinan atau bimbingan, hubungan antara tujuan perseorangan dan tujuan organisasi mungkin menjadi renggang (lemah). Keadaan ini menimbulkan situasi dimana perseorangan bekerja untuk mencapai tujan pribadinya, sementaa itu keselruhan organisasi menjadi tidak efisien, dalam pencapaian sasaran-sasarannya.

Oleh karena itu, kepemimpinan sangat diperlukakan bila suat organisasi ingin sukses. Jadi, organisasi perusahaan yang berhasil memiliki satu sifat umum yang menyebabkan organisasi tersebut dapat dibedakan dengan organisasi yang tidak berhasil. Sifat dan ciri umum tersebut adalah kepemimpinan yang efektif.


TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN

Latar Belakang dan Studi-Studi Klasik Kepemimpinan

Kesuksesan dan kegagalan suatu organisasi selalu dihubungkan dengan kepemimpinan, namun sebenarnya kepemimpinan itu sendiri masih merupakan suatu konsep yang sulit diterangkan atau sebuah "kotak hitam" yang sangat indah. Banyak penelitian dan studi yang telah dilakukan untuk mengungkapkannya, 3 terpenting diantaranya adalah :
1. Studi Lippit dan White
2. Studi Ohio State
3. Studi Early Michigan
Ketiga studi tersebut merupakan studi terpenting tentang kepemimpinan dalam mempelajari perilaku organisasi.

Teori Sifat Kepemimpinan

Analisis ilmiah tentang kepemimpinan mulai dengan memusatkan perhatian para pemimpin itu sendiri. Teori-teori sifat (trait theories) mengemukakan bahwa pemimpin itu dilahirkan bukan dibuat. Teori ini sering disebut juga "great-man", lebuh lanjut dinyatakan bahwa seseorang itu dilahirkan dengan membawa atau tidak membawa ciri-ciri atau sifat-sifat yang diperlukan bagi seorang pemimpin, atau dengan kata lain, individu yang telah lahir telah membawa ciri-ciri tertentu yang memungkinkan dia dapat menjadi seorang pemimpin.

Kepemimpinan adalah suatu fungsi kualitas seorang individu, bukan fungsi situasi, teknologi, atau dukungan masyarakat. Hal ini mengandung pengertiaan dasar bahwa peneltitian-penelitian dasar kepemimpinan selalu condong menyatakan bahwa individu merupakan sumber kegiatan-kegiatannya.

Keith Davis mengikhtisarkan ada 4 ciri utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan dalam organisasi :
1. Kecerdasan (intellegence)
2. Kedewasaan sosial dan hubungan sosial yang luas (social maturitu and breadth)
3. Motivasi diri dan dorongan berprestasi
4. Sikap-sikap hubungan manusiawi
Teori Kelompok

Teori kelompok dalam kepemimpinan (group theory of leadership) dikembangkan atas dasar ilmu psikologi sosial. Teori ini menyatakan bahwa untuk pencapaian tujuan-tujuan kelompok harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dan bawahannya. Kepemimpinan itu merupakan suatu proses pertukaran antara pemimpin dan pengikutnya, yang juga melibatkan konsep sosiologi tentang peranan yang diharapkan kedua belah pihak.

Teori Situsional (Contingency)

Pendekatan sifat dan maupun kelompok terbukti tidak memadai untuk mengungkap teori kepemimpinan yang menyeluruh, perhatian dialihkan pada aspek-aspek situasional kemungkinan. Fred Fiedler telah mengajukan sebuah model dasar situasional bagi efektifitas kepemimpinan, yang dikenal sebagai contingency model of leadership effectiveness. Model ini menjelaskan hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi yang menyenangkan dan menguntungkan. Situasi-situasi tersebut digambarkan oleh Fiedler dalam 3 dimensi empirik, yaitu :
1. Hubungan pimpinan anggota
2. tingkat dalam struktur tugas
3. posisi kekuasaan pemimpin yang didapatkan melalui wewenang formal
Penemuan Fiedler menunjukkan bahwa dalam situasi yang sangat menguntungkan atau sangat tidak menguntungkan, tipe pemimpin yang berorientasi pada tugas atau pekerjaan adalah sangat efektif. Tetapi bila situasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan hanya moderat (terletak pada range tengah), tipe pemimpin hubungan manusiawi atau yang toleran dan lunak akan sangat efektif.

Teori Path-Goal

Telah diakui secara luas bahwa teori kepemimpinan dikembangkan dengan mempergunakan kerangka dasar teori motivasi. Teori Path-Goal ini menganalisa pengaruh (dampak) kepemimpinan (terutama perilaku pemimpin) terhadap motivasi bawahan, kepuasan dan pelaksanaan kerja. Teori ini memasukkan 4 tipe atau gaya pokok perilaku pemimpin, yaitu :
1. Kepemimpinan direktif. Di sini tidak ada partisipasi oleh bawahan (pemimpin yang otokratis).
2. Kepemimpinan suportif. Pemimpin yang selalu bersedia menjelaskan, sebagai teman, mudah didekati dan menunjukkan diri sebagai orang sejati bagi bawahan.
3. Kepemimpinan partisipatif. Pemimpin meminta dan menggunakan saran-saran bawahan, tetapi masih membuat keputusan.
4. Kepemimpinan orientasi-prestasi. Pemimpin mengajukan tantangan-tantangan dengan tujuan yang menarik bagi bawahan dan merangsang bawahan untuk mencapai tujuan tersebut serta melaksanakannya dengan baik.
Jadi, gaya-gaya kepemimpian ini dapat dipergunakan oleh pemimpin yang sama dalam berbagai situasi yang berbeda. Baik model Fiedler maupun teori Path-Goal memasukkan 3 variabel penting dalam kepemimpinan, yaitu : pemimpin, kelompok dan situasi.

Kepemimpinan sebagai Sistem Pengaruh

Model sistem pengaruh ini dapat memperjelas betapa kompleksnya teori kepemimpinan modern. Pemimpin mempengaruhi kelompok dan situasi. Kelompok mempengaruhi pemimpin dan situasi. Situasi mempengaruhi pemimpin dan kelompok. Jadi, tiap-tiap subsistem mempengaruhi dan dipengaruhi oleh subsistem yang lain.


GAYA-GAYA KEPEMIMPINAN

Gaya kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya. Secara relatif ada 3 macam gaya kepemimpinan yang berbeda, yaitu otokratis, demokratis atau partisipatif, dan laissez-faire, yang semuanya pasti mempunyai kelemahan-kelemahan dan keuntungan.

Perbedaan gaya kepemimpina dalam organisasi akan mempunyai pemgaruh yang berbeda pula pada partisipasi individu dan perilaku kelompok. Kepemimpinan otokratis lebih banyak menghadapi masalah pemberian perintah kepada bawahan. kepemimpinan demokratis cenderung mengikuti pertukaran pendapat antara orang-orang yang terlibat. Dalam kepemimpinan laissez-faire, pemimpin memberikan kepemimpinannya jika diminta.

Implikasi-implikasi Gaya dari Berbagai Studi Klasik dan Teori-teori Modern

Studi Hawthorne diinteprestasikan dalam istilah-istilah gaya pengawasan, dan Teori X dari Douglas McGregor mencerminkan gaya otokratis dan Teori Y nya menunjukkan gaya kepemimpinan humanistik. Studi Ohio State mengidentifikasikan perhatian (tipe gaya suportif) dan struktur pengambilan inisiatif (tipe gaya direktif) yang menjadi fungsi-fungsi kepemimpinan utama.

Gaya-gaya Managerial Grid

Salah satu pendekatan yang sangat populer untuk mengidentifikasikan berbagai gaya kepemimpinan para manajer praktisi adalah penggunaan "managerial grid" yang dikemukakan oleh Robert R. Blake dan Jane S. Mouton.

Model Tiga Dimensional Reddin

Jaringan Blake dam Mouton mengidentifikasikan gaya seorang manajer, tetapi tidak secara langsung berkaitan dengan efektifitas. William J. Reddin, telah menambahkan dimensi ketiga atau efektifitas pada modelnya. Di samping memasukkan dimensi efektifitasnya, dia juga mempertimbangkan damapak situasional pada gaya yangs sesuai. Hal penting yang dikemukakan Reddin adalah bahwa setiap gaya tersebut dapat efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi.

Gaya-gaya Efektif
1. Eksekutif (execuitive). Gaya ini memberikan perhatian besar baik terhadap tugas maupun karyawan.
2. Pembangun (developer). Gaya ini memberikan perhatian maksimum terhadap karyawan dan minimum terhadap tugas.
3. Otokrat penuh kebajikan (benevolent autokrat). Gaya ini memberikan perhatian maksimum pada tugas dan minimum pada karyawan.
4. Birokrat (bureaucrat). Gaya ini memberikan perhatian minimun baik pada tugas maupun karyawan.

Gaya-gaya Tidak Efektif
1. Kompromis (compromiser). Gaya ini memberikan prhatian besar baik tehadap tugas maupun karyawan dalam suatu situasi yang hanya memerlukan penekanan pada salah satunya.
2. Misionaris (missionary). Gaya ini memberikan perhatian maksimum terhadap karyawan dan perhatian minimum terhadap tugas dimana perilaku tersebut tidak cocok.
3. Otokrat (autocrat). Gaya ini memberikan perhatian maksimum terhadap tugas dan perhatian minimum terhadap karyawan dimana perilaku seperti itu tidak tepat.
4. Pelarian (deserter). Gaya ini memberikan perhatian minimum terhadap tugas dan karyawan dalam suatu situasi dimana perilaku seperti itu tidak sesuai.

Empat Sistem Manajemen Likert
1. Sistem 1 : Otokratik Eksploatif. Manajer mengambil semua keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan dan memrintahkan dan biasanya mengeksploitasi bawahan untuk melaksanakannya.
2. Sistem 2 : Otokratik penuh kebajikan. Manajer tetap menentukan perintah-perintah kerja, tetapi bawahan diberi keleluasaan (fleksibiltas dalam pelaksanaannya dengan suatu cara paternalistik.
3. Sistem 3 : Partisipatif. Manajer menggunakan gaya konsultatif. Manajer ini meminta dan menerima partisipatif dari bawahan tetapi menahan hak untuk membuat keputusan final.
4. Sistem 4 : Demokratik. Manajer memberikan berbagai pengarahan kepada bawahan tetapi memberikan kesempatan partisipasi total dan keputusan dibuat atas dasar konsesus dan prinsip mayoritas.

Kebutuhan Fleksibilitas Gaya Kepemimpinan

Manajer dapat mulai dengan memperkirakan sistem nilai dirinya dan menentukan gaya kepemimpinan umum yang dirasa cocok. Kemudian, dia menentukan dimana gaya kepemimpinan yang paling sesuai dan dimana hal ini akan membutuhakn perubahan agar lebih efektif. Setelah dia mencapai hal ini, dia membutuhkan praktek untuk melengkapi proses pendekatam fleksibel ini.